Sifat Operasi Hitung Bilangan (Matematika SD)
Dalam kehidupan sehari-hari tentu kita tidak pernah lepas dengan yang namanya bilangan. Kita bangun pukul 5 pagi, diberi uang saku sebanyak Rp10.000,00, membawa 4 buku paket dan 4 buku tulis. Itu semua adalah contoh bilangan. Lalu, apakah yang bisa kita pelajari dari bilangan itu?
Jumlah buku tulis Ahsan: 4 + 6 = 10
Jumlah buku tulis Hisyam: 6 + 4 = 10
Ternyata, jumlah buku tulis Ahsan dan Hisyam sama banyak.
4 + 6 = 6 + 4
(a + b) × c = (a × c) + (b × c)
(a - b) × c = (a × c) – (b × c)
Belajar bilangan adalah belajar sesuatu yang menyenangkan. Bilangan memiliki beberapa sifat rahasia yang mungkin belum kalian ketahui sebelumnya.
Yuk, kita cari tahu rahasia si bilangan ini!
A. Sifat Operasi Bilangan
Bilangan cacah: 0, 1, 2, 3, . . .
Bilangan bulat: ..., -2, -1, 0, 1, 2, ...
1. Sifat Komutatif Penjumlahan
Pada awal tahun ajaran baru, Ahsan memiliki 4 buku tulis dan Hisyam memiliki 6 buku tulis. Seminggu kemudian, Ahsan membeli 6 buku tulis, sedangkan Hisyam membeli 4 buku tulis. Berapa
jumlah buku tulis mereka masing-masing?Jumlah buku tulis Hisyam: 6 + 4 = 10
Ternyata, jumlah buku tulis Ahsan dan Hisyam sama banyak.
4 + 6 = 6 + 4
Bentuk umum sifat komutatif pada penjumlahan:
a + b = b + a
2. Sifat Komutatif Perkalian
Ahsan dan Vino membantu Paman Randhy memanen jeruk. Mereka membantu memasukan jeruk ke dalam wadah. Ahsan membawa 5 wadah yang masing-masing berisi 8 jeruk. Sedangkan Vino membawa 8 wadah yang masing-masing berisi 5 jeruk. Berapa jumlah jeruk yang berhasil Ahsan dan Vino kumpulkan?
Jumlah jeruk Ahsan = 5 × 8 = 40
Jumlah Jeruk Vino = 8 × 5 = 40
Ternyata jumlah jeruk yang Ahsan dan
Vino kumpulkan sama, yaitu:
5 × 8 = 8 × 5
Jumlah Jeruk Vino = 8 × 5 = 40
Ternyata jumlah jeruk yang Ahsan dan
Vino kumpulkan sama, yaitu:
5 × 8 = 8 × 5
Bentuk umum sifat komutatif perkalian:
a × b = b × a
3. Sifat Asosiatif pada Penjumlahan
Bentuk umum sifat asosiatif penjumlahan:
(a + b) + c = a + (b + c)
4. Sifat Asosiatif pada Perkalian
Bentuk umum sifat asosiatif perkalian:
(a × b) × c = a × (b × c)
5. Sifat Distributif Perkalian pada Penjumlahan
Bentuk umum sifat distributif perkalian pada penjumlahan:
a × (b + c) = (a × b) + (a × c)(a + b) × c = (a × c) + (b × c)
6. Sifat Distributif Perkalian pada Pengurangan
Bentuk umum sifat distributif perkalian pada pengurangan:
a × (b – c) = (a × b) – (a × c)(a - b) × c = (a × c) – (b × c)
SOAL LATIHAN
1. 16 + 28 = .... + 16
2. 12 + 90 = n + 12, maka n = ....
3. 10 × 12 = .... × 10
4. 55 × 25 = n × 25, maka n = ....
5. (46 × 52) × 12 = n × (52 × 12), maka n = ....
6. 6 × (2 + 4) = (... × 2) + (... × 4)
7. 30 × (12 + 9) = (... × 12) + (... × 9)
8. 5 × (14 – 4) = (5 × 14) – (5 × ...)
9. (18 – 8) × 3 = (... × 3) – (8 × 3)
10. (15 – n) × 9 = (15 × 9) – (5 × 9), maka n = ....
11. Yusuf memiliki 6 wadah yang masingmasingberisi 20 kelereng.Sedangkan Topik memiliki 5 wadah yang masingmasing berisi 20 kelereng. Agar jumlah kelereng mereka berdua sama, maka berapa banyak kelereng yang harus Topik beli?

Tidak ada komentar untuk "Sifat Operasi Hitung Bilangan (Matematika SD)"
Posting Komentar