Mengapa Saat Terbit Ukuran Bulan Tampak Lebih Besar?

Bulan purnama yang kerap dikaitkan dengan keindahan, kecantikan, dan romantis, memang sangatlah indah. Tidak akan bosan-bosannya kita menatap bulan purnama walaupun penampakan bulan dari dulu sampai sekarang tetap sama, apalagi saat langit sedang cerah. Namun, pernahkah kalian melihat bulan purnama saat mulai muncul di timur?
Biasanya, saat magrib, ketika mulai muncul dari horizon bulan tampak berukuran lebih besar dari biasanya. Semakin naik ke atas, ukuran bulan terlihat lebih kecil dari sebelumnya. Bulan juga tampak berwarna jingga saat berada di horizon. Semakin naik, warna bulan menjadi putih.
Apakah jarak bulan saat berada di horizon lebih dekat daripada saat bulan berada di atas ?
Warna bulan yang tampak jingga saat berada di horizon disebabkan oleh peristiwa hamburan cahaya. Pada pagi hari, matahari juga berwarna jingga, tapi seiring naiknya matahari dan bulan ke atas, maka warna matahari dan bulan akan berubah menjadi putih. 
Saat bulan berada di horizon, sinar dari bulan akan menembus atmosfer lebih tebal daripada saat bulan berada di atas kita. Cahaya yang yang melewati medium transparan seperti udara akan mengalami kemerosotan intensitas. Artinya, ada penyerapan energi cahaya oleh medium yang dilaluinya. 
Cahaya yang berasal dari bulan akan dihamburkan oleh debu dan zarah lembut di atmosfer. Sinar dengan panjang gelombang lebih pendek lebih terhambur daripada sinar dengan panjang gelombang yang panjang.
Sehingga gelombang cahaya dengan panjang gelombang pendek akan banyak terhamburkan daripada panjang gelombang yang panjang, sehingga yang tersisa adalah warna merah atau jingga.
Bulan yang berukuran besar saat berada di horizon merupakan ilusi optik atau yang kita kenal sebagai ilusi bulan.

Saat kita SMP, kalian pernah belajar perspektif kan? Persepektif merupakan kegiatan menggambar sesuai dengan keadaan nyatanya. Contoh: saat menggambar benda yang dekat, maka ukuran benda akan besar. Namun saat benda letaknya jauh, maka benda harus digambar lebih kecil. 
Bulan memiliki ukuran yang sangat besar dan jaraknya sangat jauh dari bumi, sehingga ukuran bulan saat berada di horizon maupun di atas sebenarnya sama. Karena otak kita telah menafsirkan bahwa benda yang berada di horizon letaknya lebih jauh daripada benda yang berada di atas, maka bulan yang sebenarnya berukuran sama di horizon tampak berukuran lebih besar. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar ilustrasi ilusi optik berikut.
Dalam penglihatan mata kita, semakin jauh rel dari kita, maka lebar rel akan terlihat mengecil. Hal inilah yang telah ditafsirkan oleh otak kita. Saat ada dua garis merah yang panjangnya sama, yang satu berada di dekat horizon dan yang satunya berada di jauh di bawah horizon, maka kita akan beranggapan garis merah yang dekat horizon adalah yang lebih panjang. Namun sebenarnya, kedua garis tersebut sama panjang. Itulah yang terjadi pada bulan. Saat bulan berada di atas kepala kita,  bulan akan tampak kecil. Sedangkan saat bulan berada di horizon, saat terbit maupun terbenam, maka bulan tampak lebih besar karena otak kita sudah terbiasa menafsirkan bahwa pada horizon jaraknya lebih jauh daripada di atas kepala kita.
Ukuran bulan yang tampak besar juga disebabkan karena pembanding. Saat bulan berada di horizon, maka ukuran benda yang berada di horizon juga akan kecil, sehingga kita tanpa sengaja membandingkan ukuran bulan dengan benda benda tersebut. Namun saat bulan berada di atas kepala kita, tidak ada benda pembandingnya.

Sekian, Semoga bermanfaat
Calonguru
Calonguru Seorang Mahasiswa FKIP yang bercita-cita menjadi Raja Bajak Laut.

Tidak ada komentar untuk "Mengapa Saat Terbit Ukuran Bulan Tampak Lebih Besar?"