Rahasia dibalik Migrasi Burung
Kalian sudah pernah melihat burung yang terbang bermigrasi (berpindah tempat)?
Banyak sekali jenis burung yang suka bermigrasi, antara lain: Angsa Tundra, Trinil, Raptor, Sikep Madu asia, dan masih banyak jenis lainnya. Tujuan burung bermigrasi adalah mencari lingkungan yang lebih hangat dan menghindari kondisi cuaca yang ekstrem.
Saat burung bermigrasi umumnya mereka terbang berkelompok membentuk suatu parade yang sangat indah, jarang sekali ditemukan burung terbang jauh sendirian.
Burung terbang secara berkelompok selain bertujuan untuk meningkatkan keamanan terhadap serangan predator, juga untuk mengurangi resiko tersesat di jalan saat melakukan migrasi jarak jauh. Dalam melakukan migrasi dari satu tempat ke tempat lainnya kawanan burung tersebut memanfaatkan medan magnetik bumi sebagai penunjuk arah.
Saat terbang bersama, burung-burung tersebut seringkali membentuk formasi terbang seperti huruf V.
Burung yang berada diposisi paling depan sendiri bertugas untuk memecah hambatan udara (gesekan dengan udara), sehingga burung-burung lain yang berada di belakangnya dapat terbang dengan lebih mudah dan energi yang mereka keluarkan lebih efisien. Ketika burung yang berada diposisi terdepan lelah, maka dengan segera burung lainnya akan menggantikan posisinya.
Banyak sekali jenis burung yang suka bermigrasi, antara lain: Angsa Tundra, Trinil, Raptor, Sikep Madu asia, dan masih banyak jenis lainnya. Tujuan burung bermigrasi adalah mencari lingkungan yang lebih hangat dan menghindari kondisi cuaca yang ekstrem.
Gambar Angsa Tundra yang terbang bersama saat bermigrasi
Saat burung bermigrasi umumnya mereka terbang berkelompok membentuk suatu parade yang sangat indah, jarang sekali ditemukan burung terbang jauh sendirian.
Burung terbang secara berkelompok selain bertujuan untuk meningkatkan keamanan terhadap serangan predator, juga untuk mengurangi resiko tersesat di jalan saat melakukan migrasi jarak jauh. Dalam melakukan migrasi dari satu tempat ke tempat lainnya kawanan burung tersebut memanfaatkan medan magnetik bumi sebagai penunjuk arah.
Saat terbang bersama, burung-burung tersebut seringkali membentuk formasi terbang seperti huruf V.
Burung yang berada diposisi paling depan sendiri bertugas untuk memecah hambatan udara (gesekan dengan udara), sehingga burung-burung lain yang berada di belakangnya dapat terbang dengan lebih mudah dan energi yang mereka keluarkan lebih efisien. Ketika burung yang berada diposisi terdepan lelah, maka dengan segera burung lainnya akan menggantikan posisinya.
Melihat burung terbang dengan formasi tersebut, seakan-akan mereka tidak pernah ada yang salah arah. Namun demikian, masih tetap ada kesalahan arah terbang yang dilakukan oleh beberapa burung, tapi kesalahan tersebut akan segera ditutupi oleh burung lainnya .
Misal dari gambar di atas jika ada burung yang menyimpang dari posisi 1 ke posisi 2, maka burung lainnya akan segera menyesuaikan diri dengan memperhatikan aliran udara di sekitarnya. Akan terjadi perubahan/pertukaran posisi, tapi arah terbang kawanan tetaplah sama.
Selain itu, bentuk dan aerodinamik sayap burung juga lah yang memberikan ide bagi manusia untuk mengembangkan transportasi udara (pesawat terbang). Hingga akhirnya sekarang manfaatnya dapat kita rasakan dalam kehidupan kita. Perjalanan antar pulau, negara, bahkan benua yang dahulu kita tempuh berhari-hari bahkan bulanan sekaran hanya membutuhkan waktu beberapa jam saja.
Misal dari gambar di atas jika ada burung yang menyimpang dari posisi 1 ke posisi 2, maka burung lainnya akan segera menyesuaikan diri dengan memperhatikan aliran udara di sekitarnya. Akan terjadi perubahan/pertukaran posisi, tapi arah terbang kawanan tetaplah sama.
Sekian, semoga bermanfaat.


Tidak ada komentar untuk "Rahasia dibalik Migrasi Burung"
Posting Komentar