Rahasia Keganasan Kalajengking Saat Berburu Mangsa
Kalajengking adalah sekelompok hewan beruas yang memiliki 8 kaki yang termasuk dalam kelas Arachnida. Jika kalian bertemu langsung dengan kalajengking, kalian harus hati-hati karena hewan tersebut berbahaya bagi kalian.

Kalajengking berbahaya karena memiliki racuh yang berbahaya bagi manusia. Racun kalajengking termasuk sebagai racun saraf (Neurotoksin). Akibatnya, saat kalian terkena racun kalajengking dapat menyebabkan pembengkakan, rasa sakit, bahkan ada yang bisa menyebabkan kematian.
Ketika seekor kumbang berjalan di sepanjang pasir berjarak puluhan ccm dari kalajengking pasir, maka dengan cepat kalajengking segera berpaling kearah kumbang dan menyergapnya sebagai santapan siangnya.
Kalajengking dapat melakukan hal tersebut tanpa melihat dan mendengar si kumbang saat malam hari. Bagaimanakah cara kalajengking mengetahui secara tepat lokasi mangsanya?
Gelombang Mekanik
Kalajengking ternyata menggunakan gelombang transversal dan longitudinal untuk menemukan mangsanya. Seperti kita ketahui bersama, gelombang adalah getaran yang merambat. Ada 3 jenis gelombang, antara lain:
Contoh: gelombang bunyi, gelombang air, dan gelombang seismik. Ciri-ciri gelombang mekanik adalah tunduk terhadap hukum-hukum newton dan terdapat hanya di medium material, seperti air, udara. dan batu
Gelombang Elektromagnetik
Gelombang elektromagnet tidak memerlukan medium material untuk keberadaannya/perambatannya
Contoh: cahaya tampak, gelombang radio, sinar ultraviolet, dan lain-lainnya
Gelombang Materi
Contoh: cahaya tampak, gelombang radio, sinar ultraviolet, dan lain-lainnya
Gelombang Materi
Meskipun gelombang materi sangat sering digunakan didalam teknologi modern, jenis gelombang satu ini mungkin sangat asing bagi anda. Elektron, proton dan partikel dasar (Fundamental) lainnya bahka n atom-atom dan molekul bergerak sebagai gelombang.
Gelombang longitudinal dan transversal adalah contoh gelombang mekanik karena membutuhkan medium material. Gelombang transversal (arah rambatnya tegak lurus dengan arah getarnya) dan gelombang longitudinal (arah rambatnya sejajar dengan arah getarnya) sama sama dikatakan sebagai gelombang berjalan karena gelombang-gelombang tersebut berjalan dari satu titik ke titik yang lain.
Ketika seekor kumbang mengusik pasir, sekalipun secara ringan , ia mengirimkan pulsa-pulsa gelombang di sepanjang permukaan tanah.
Gerakan kumbang mengantarkan pulsa-pulsa gelombang
Satu himpunan pulsa bersifat longitudinal (arah rambat sejajar dengan arah getar) yang merambat dengan kelajuan vl= 150 m/s. Sedangkan himpunan pulsa kedua bersifat transversal (arah rambat tegak lurus dengan arah getar) dengan kelajuan vt = 50 m/s.
Dalam gambar terlihat kalajengking dengan ke-8 kakinya yang merentang secara kasar dalam lingkaran dengan diameter sekitar 5 cm menangkap terlebih dahulu pulsa-pulsa longitudinal yang lebih cepat dan dengan segera mempelajari pada arah mana lokasi tepat si kumbang beraada, kumbang berada pada arah kaki yang paling dahulu diusik oleh pulsa-pulsa itu.
Kalajengking kemudian merasakan interval waktu Δt antara penangkapan pertama pulsa gelombang tadi dan penangkapan gelombang transversal yang lebih lambat dan menggunakannya untuk menentukan jarak (d) ke kumbang.
Jarak tersebut ditentukan oleh,
Dan ternyata d= (75 m/s) Δt.
Sebagai contoh misalnya jika Δt=4,0 m/s, maka d = 30 cm. hal tersebut merupakan informasi yang sempurna bagi kalajenging untuk menentukan posisi kumbang.
Sekian, semoga bermanfaat
Sumber: haliday,david,Robert Resnick,Jearl walker, Dasar-dasar Fisika versi diperluas jilid 1

Tidak ada komentar untuk "Rahasia Keganasan Kalajengking Saat Berburu Mangsa"
Posting Komentar