Teori Sains Tentang Hantu (Part 2)
Mendengar kata hantu hantu, pasti kalian membayangkan hantu itu menyeramkan. Kebanyakan orang pasti takut dengan hantu. Hantu atau jin dari cerita-cerita yang beredar di masyarakat, bahkan di tayangan televisi, mempunyai banyak kemampuan unik dan menarik
Beberapa kemampuan jin atau hantu di antaranya: dapat menghilang dari suatu tempat dan tiba-tiba muncul di belakang kita, berubah-ubah bentuknya, mengubah ukuran menjadi besar atau kecil, dan dapat menembus tembok rumah.
Bagaimana hal ini dijelaskan oleh ilmu pengetahuan atau sains?
Pada tahun 1984, yang merupakan kelahiran dari teori String atau Superstring, yaitu teori yang berupaya untuk menyatukan empat interaksi alam. Teori ini merupakan salah satu kandidat dari teori segalanya, dan kandidat yang lain yaitu teori yang kita kenal sebagai model standard.
Menurut teori ini, alam semesta harus mempunyai 11 dimensi, yaitu 10 dimensi ruang dan satu dimensi waktu.
Beberapa kemampuan jin atau hantu di antaranya: dapat menghilang dari suatu tempat dan tiba-tiba muncul di belakang kita, berubah-ubah bentuknya, mengubah ukuran menjadi besar atau kecil, dan dapat menembus tembok rumah.
Bagaimana hal ini dijelaskan oleh ilmu pengetahuan atau sains?
Pada tahun 1984, yang merupakan kelahiran dari teori String atau Superstring, yaitu teori yang berupaya untuk menyatukan empat interaksi alam. Teori ini merupakan salah satu kandidat dari teori segalanya, dan kandidat yang lain yaitu teori yang kita kenal sebagai model standard.
Menurut teori ini, alam semesta harus mempunyai 11 dimensi, yaitu 10 dimensi ruang dan satu dimensi waktu.
Memang sulit untuk dibayangkan, tetapi teori ini lahir dari persamaan matematika. dan sebenarnya masih banyak konsekuensi lain dari teori tersebut, yaitu mengenai adanya banyak semesta lain selain semesta kita dengan hukum fisika yang berbeda pula dari hukum fisika pada semesta kita tentunya. Mungkin ini yang dimaksud dengan alam lain oleh kebanyakan orang.
Berdasarkan teori tersebut, dimungkinkan jin adalah makhluk dari dimensi yang lebih tinggi. Jika kita hidup pada tiga dimensi ruang dan kita termasuk makhluk tiga dimensi, artinya kita dapat bergerak dengan tiga derajat kebebasan, yaitu maju-mundur, kanan-kiri, dan atas-bawah. Sedangkan jin adalah makhluk dari dimensi yang lebih tinggi, misalkan dari empat dimensi, maka jin juga dapat bergerak dengan empat derajat kebebasan, tiga gerak yang sama yang dilakukan oleh kita dari tiga dimensi ditambah satu gerak pada dimensi ke empat. hal ini dapat menjelaskan kemampuan jin yang unik dan menarik tersebut.
1. Dapat Berubah Bentuk
Untuk memahami perbedaan Tiga dimensi dan Empat dimensi, maka kita harus menyesuaikan dimensi yang sudah familiar dengan kita. Misalkan kita manusia adalah makhluk dua dimensi, sedangkan jin adalah makhluk tiga dimensi.
Benda 2 dimensi contohnya adalah segitiga, lingkaran dan persegi. Sedangkan benda 3 dimensi berupa kubus, balok, bola, kerucut dan lain-lain. Untuk memahaminya perhatikan gambar berikut.
Saat benda tiga dimensi kerucut berada di atas bidang dua dimensi (XY), benda dari dua dimensi berupa segitiga tidak dapat melihat kerucut tersebut karena “foton” yang digunakan oleh semesta dua dimensi tersebut hanya dapat bergerak pada bidang dua dimensi (XY) saja dan tidak dapat bergerak ke arah sumbu Z. Namun saat ujung kerucut tersebut menyentuh bidang XY, maka bidang tersebut akan tampak sebuah titik yang akan dilihat oleh benda dua dimensi (segitiga) tersebut. Namun jika kerucut menembus bidang dua dimensi secara tegak lurus pada bidang dua dimensi XY, maka akan terbentuk bayangan berupa lingkaran. Bayangan dua dimensi yang berupa lingkaran inilah yang akan tampak pada semesta dua dimensi itu (bidang XY).
Selanjutnya, jika kerucut menembus bidang dengan arah miring, maka akan tampak bayangan berupa elips. Semakin dalam kerucut tersebut menembus bidang, maka bayangan dua dimensi yang dihasilkan juga akan semakin besar. Oleh makhluk dua dimensi berupa segitiga, bayangan dari kerucut pada bidang XY tersebut juga akan berubah-ubah pula.
Kemungkinan inilah yang terjadi pada kita. Jin yang terlihat oleh kita yang dapat berubah bentuk dan ukuran sebenarnya adalah bayangan tiga dimensi dari makhluk dengan dimensi yang lebih tinggi, kita tidak tahu bentuk aslinya, yang kita tahu adalah bayangan tiga dimensinya karena cahaya atau foton pada semesta kita hanya dapat bergerak dalam tiga derajat kebebasan.
Kemungkinan inilah yang terjadi pada kita. Jin yang terlihat oleh kita yang dapat berubah bentuk dan ukuran sebenarnya adalah bayangan tiga dimensi dari makhluk dengan dimensi yang lebih tinggi, kita tidak tahu bentuk aslinya, yang kita tahu adalah bayangan tiga dimensinya karena cahaya atau foton pada semesta kita hanya dapat bergerak dalam tiga derajat kebebasan.
2. Dapat Muncul dan Menghilang
Suatu bayangan kerucut pada bidang dimensi dapat menghilang dengan cara mengarahkan kerucut tersebut pada dimensi ke tiga, yaitu sumbu Z sehingga tidak ada bagian yang menyentuh bidang XY tersebut. Karena tidak ada yang menyentuh bidang XY, maka benda dua dimensi yang berupa segitiga tidak dapat melihat bayangan tersebut dan terlihat seolah-olah benda tersebut menghilang. Jika kerucut kembali menembus bidang, maka akan tampak bayangan dua dimensi lagi sehingga segitiga akan mengira benda tersebut muncul secara tiba-tiba entah dari mana.
Hal ini mungkin juga yang terjadi pada jin yang menghilang dan muncul seenaknya. Jin bergerak dalam arah dimensi keempat atau mungkin lebih sehinnga kita tak dapat melihat jin tersebut.
Hal ini mungkin juga yang terjadi pada jin yang menghilang dan muncul seenaknya. Jin bergerak dalam arah dimensi keempat atau mungkin lebih sehinnga kita tak dapat melihat jin tersebut.
3. Dapat Menembus Dinding
Misalkan segitiga ingin mengurung benda aneh tersebut yang sebenarnya adalah bayangan dari kerucut dengan sebuah dinding dua dimensi, yaitu berupa segiempat. Jika benda dua dimensi berada dalam bidang segiempat, maka ia tidak akan bisa keluar kecuali menghapus salah satu garisnya. Namun, bayangan dari kerucut dapat menembus dinding segiempat tersebut. Caranya karena dinding tersebut hanya dua dimensi kerucut dapat bergerak pada sumbu Z kemudian bergerak searah dengan bidang XY kemudian menampakkan bayangannya di luar dinding segiempat tersebut dengan cara menembus bidang tersebut.
Segitiga akan menyangka bahwa benda aneh itu dapat menembus dinding sebab tidak mungkin ia dapat keluar dari dinding yang kokoh tanpa menjebolnya, kecuali dengan menembus secara serta merta dan mungkin ini yang terjadi pada jin yang kita lihat, ia bergerak pada dimensi keempatnya kemudian bergerak melewati dinding rumah kita dan muncul kembali pada bidang tiga dimensi kita. Dan kita akan mengiranya dapat menembus dinding rumah.
Itulah beberapa Teori tentang hantu dan penjelasan kemampuannya yang misterius. Baca juga:
Sekian, semoga bermanfaat
Referensi :
Fisika modern di kehidupan sehari-hariBryan grene. The Elegant Universe




Tidak ada komentar untuk "Teori Sains Tentang Hantu (Part 2)"
Posting Komentar